Minggu, 28 Maret 2010

Hari Pemakamanku

Tak berdaya aku ketika tubuhku tertutup oleh gundukan tanah yang masih basah,
Perlahan semuanya pergi meninggalkanku,
Masih terdengar jelas dalam telingaku Langkah-langkah terakhir kaki mereka,
Aku sendirian saat ini,
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang sebelumnya,
Sendiri aku disini, menunggu sebuah keputusan dan perhitungan,

Belahan jiwaku pun perlahan pergi meninggalkan gundukan tanah,
Malaikat kecilku, yang dalam tubuhnya pun mengalir darahku, tak jua tinggal,
Apa lagi sekedar kerabat, kawan dekat, sahabat, atau orang-orang lainnya,
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka,
Aku hanya jenazah yang sudah terkubur oleh gundukan tanah,

Ibuku menangis pilu penuh keharuan,
Aku pun tak kalah pilunya dari yang bliau rasakan,
Malaikat kecilku menangis karena kehilangan,
Dan demikian pula dengan yang aku rasakan,

Menyesal percuma saja,
Tobat sudah tidak lagi diterima,
Dan maafku pun tak bakal didengar,
Aku bener-benar sendiri saat ini,

Ya Rabb,,,
Entah dari mana lagi kekuatan itu datang,
Setelah sekian lama aku tak lagi dekat denganMu,
Andaikan saja Kau beri lagi aku satu kesempatan,
Untuk menghirup segarnya nafas kehidupan,
Meminjamkan waktumu beberapa hari saja untukku,
Walaupun ku tau, beberapa hari saja tak akan cukup untuk menghapus seluruh dosa-dosaku,
Tapi setidaknya, Aku masih memiliki waktu untuk berkeliling memohon maaf pada mereka;
Yang selama ini tersakiti olehku,
Yang selama ini sengsara karena aku,
Yang selama ini telah aku bohongi,
Yang selama ini telah kulukai hati dan perasaannya,

Aku harus kembalikan semua harta kotor ini,
Yang dikumpulkan oleh belahan jiwaku dengan wajah gembira,
Tanpa pernah menyisikan sedikit harta sebagai zakat mallnya,

Ya Rabb,,,
Beri aku beberapa hari lagi milikMu,
Untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,
Teringat aku pada kenakalan saat remaja,
Saat aku sering membantah nasehat-nasehatnya,
Saat aku berbicara keras dan kasar pada mereka,
"Maafkan segala kesalahan dan khilafku ayah dan ibu,,,"
Sekarang baru aku sadari,
Betapa besar kasih sayang ayah dan ibuku,
Betapa tak pernah lelah mereka menyanyangiku,

Ya Rabb,,,
Beri aku satu lagi waktu,
Untuk berkumpul dengan belahan jiwa dan malaikat kecilku,
Untuk sungguh-sungguh bertaqwa kepadaMu,
Untuk sungguh-sungguh bersujud di hadapMu,
Dan Untuk menjalankan sunah-sunah rosulMu bersama mereka tentu,

Begitu penyesalan ini kini tak berarti lagi,
Karena hari telah berlalu tanpa makna,
Penuh dengan kesia-siaan,
Kesenangan yang pernah kuraih dulu kini sudah tidak ada artinya lagi,

Andai saja bisa ku putar ulang waktu,,,
Tapi sayang,,,
Aku harus dimakamkan hari ini,,,
Dan semua menjadi penyesalan yang begitu dalam,
Semuanya sudah terlambat,
Tak ada lagi yang dapat ku perbuat,
Hanya mengharap doa-doa yang tulus,
Dari sahabat, teman dekat, dan kerabat,

Aku kini sendiri dilorong gelap nan pengap,
Menunggu sebuah keputusan, perhitungan,
Dan pembalasan atas apa yang telah ku perbuat selama hidup di dunia,
Dalam ruang yang tak pernah aku bayangkan.


By. Asih Murniati Wakhid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar